Kamis, 06 Maret 2014

TUGAS ARTIKEL E-COMMERCE BB


Arti dari Hosting dan Domain Name

Banyak dari para pengguna komputer yang sudah lama memanfaatkan layanan Internet, namun belum banyak yang tahu tentang istilah hosting ataupun domain name. Sebagai pengguna internet mungkin anda pernah mendengar kedua istilah ini. Lalu sebenarnya apa yang dimaksud dengan hosting dan domain name? Dan apa kegunaan keduanya? Pada artikel ini saya akan membahas beberapa hal tentang kedua hal tersebut.

Apa itu hosting?
Hosting merupakan suatu space atau tempat dalam internet yang gunakan untuk menyimpan data-data yang diperlukan oleh sebuah website. Data-data yang disimpan di sini dapat berupa file, gambar, email, aplikasi atau progam bahkan database. Setiap situs yang dapat diakses melalui internet pasti akan menyimpan datanya pada sebuah host, baik situs perusahaan, situs pribadi ataupun blog, semuanya menggunakan hosting system.
Istilah dari hosting ini dapat dianalogikan bahwa sebuah website sama halnya dengan ruangan/ kios yang ada di Mall. Manajemen Mall menyewakan ruangan, infrastruktur, listrik, telepon dan fasilitas lainnya agar orang-orang dapat membuka usaha. Setiap kios dapat dikelola oleh orang yang berbeda, dekorasinya juga berlainan dan mereka beroperasi masing-masing dengan caranya sendiri. Dalam hal ini kios atau ruangan yang disewa tentu mempunyai batasan ruangan (misalnya 10m x 7m) dan maksimum adalah besarnya gedung Mall tersebut. Perusahaan hosting menyediakan hardware, misalnya saja, jaringan adalah infrastrukturnya, email adalah teleponnya, dan lain sebagainya. Hal tersebut diberikan agar pengguna internet dapat membuka/ membuat website.
Nah ketika pengguna internet menyimpan datanya pada sebuah host agar dapat diakses, maka domain name juga diperlukan agar pengguna tersebut dengan mudah dapat menemukan nama komputer (name resolution) pada jaringan.


Lalu, apa yang dimaksud dengan domain name? Dan apa fungsi dari domain name?
Domain adalah nama yang hanya ada satu saja di dunia internet. Domain ini merupakan pengganti dari IP address yang akan menuju pada server tertentu dan biasanya diwakili oleh adanya website. Contohnya adalah google.com.
Domain itu sendiri adalah alat pengingat untuk mempermudah manusia dalam mengakses komputer di internet. Dalam jaringan komputer, dikenal dengan nomor IP, contoh IP address adalah 203.30.236.154. Nomor tersebut sebenarnya merupakan kode yang digunakan oleh komputer untuk mengakses suatu situs. Ketika identitas pada internet hanya dilambangkan dengan nomor IP saja lalu tentu saja akan sulit untuk diingat karena begitu banyak pengguna yang ada di internet. Sehingga karena itulah masalah tersebut diselesaikan dengan dibuatnya domain name.
Dalam melakukan pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/ IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol) digunakan fasilitas Domain Name System (DNS). DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk melacak host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti, adanya:
·         Kemudahan, DNS sangat mudah digunakan karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup mengetahui host name (nama komputer).
·         Konsistensi, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
·         Simpel, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Sejarah Domain Name System
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus disalin versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus menyalin versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan yaitu unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di ibaratkan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.

Bagaimana cara kerja DNS?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (dengan memetakannya). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara menlacaknya ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.


Kesimpulannya Domain Name System (DNS) adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Domain name sendiri merupakan nama yang menggantikan IP address yang dapat diakses untuk menuju pada website atau situs tertentu. Ketika pengguna Internet ingin mengakses sebuah website maka data-data yang ada haruslah tersimpan pada hosting agar website tersebut dapat diakses.

Referensi:

Anonym. 2013. Apa itu Pengertian Domain, Hosting dan Website? (online), (http://blog.pusathosting.com, diakses pada 6 Maret 2014)

 

Anonym. 2008. Apa yang dimaksud dengan Hosting? (online), (http://www.idebagus.com, diakses pada 6 Maret 2014)

Sijagur. 2010. Pengertian DNS (Domain Name System), (online), (http://teknis.balinter.net, diakses pada 6 Maret 2014)


Link:
Kelas: E-Commerce BB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar