Arti dari Hosting dan Domain Name
Banyak dari para pengguna komputer yang sudah lama memanfaatkan layanan Internet,
namun belum banyak yang tahu tentang istilah hosting ataupun domain name.
Sebagai pengguna internet mungkin anda pernah mendengar kedua istilah ini. Lalu
sebenarnya apa yang dimaksud dengan hosting
dan domain name? Dan apa kegunaan
keduanya? Pada artikel ini saya akan membahas beberapa hal tentang kedua hal
tersebut.
Apa itu hosting?
Hosting merupakan suatu space
atau tempat dalam internet yang gunakan untuk menyimpan data-data yang
diperlukan oleh sebuah website. Data-data
yang disimpan di sini dapat berupa file,
gambar, email, aplikasi atau progam bahkan database.
Setiap situs yang dapat diakses melalui internet pasti akan menyimpan datanya
pada sebuah host, baik situs
perusahaan, situs pribadi ataupun blog, semuanya menggunakan hosting system.
Istilah dari hosting
ini dapat dianalogikan bahwa sebuah website
sama halnya dengan ruangan/ kios yang ada di Mall. Manajemen Mall menyewakan ruangan,
infrastruktur, listrik, telepon dan fasilitas lainnya agar orang-orang dapat
membuka usaha. Setiap kios dapat dikelola oleh orang yang berbeda, dekorasinya juga
berlainan dan mereka beroperasi masing-masing dengan caranya sendiri. Dalam hal
ini kios atau ruangan yang disewa tentu mempunyai batasan ruangan (misalnya 10m
x 7m) dan maksimum adalah besarnya gedung Mall tersebut. Perusahaan hosting menyediakan hardware, misalnya saja, jaringan adalah infrastrukturnya, email
adalah teleponnya, dan lain sebagainya. Hal tersebut diberikan agar pengguna
internet dapat membuka/ membuat website.
Nah ketika pengguna internet menyimpan datanya pada
sebuah host agar dapat diakses, maka domain name juga diperlukan agar
pengguna tersebut dengan mudah dapat menemukan nama komputer (name resolution) pada jaringan.
Lalu, apa yang dimaksud dengan domain name? Dan apa fungsi dari domain name?
Domain adalah nama yang hanya ada satu saja di dunia internet. Domain ini
merupakan pengganti dari IP address
yang akan menuju pada server tertentu
dan biasanya diwakili oleh adanya website.
Contohnya adalah google.com.
Domain itu sendiri adalah alat pengingat untuk
mempermudah manusia dalam mengakses komputer di internet. Dalam jaringan
komputer, dikenal dengan nomor IP, contoh IP address adalah 203.30.236.154. Nomor
tersebut sebenarnya merupakan kode yang digunakan oleh komputer untuk mengakses
suatu situs. Ketika identitas pada internet hanya dilambangkan dengan nomor IP
saja lalu tentu saja akan sulit untuk diingat karena begitu banyak pengguna
yang ada di internet. Sehingga karena itulah masalah tersebut diselesaikan
dengan dibuatnya domain name.
Dalam melakukan pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang
mengunakan TCP/ IP (Transmission Control
Protocol/ Internet Protocol) digunakan fasilitas Domain Name System (DNS). DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku
telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet
Protocol (IP) address. Secara umum,
setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang
lain, akan menggunakan host name.
Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server
untuk melacak host name yang anda minta
tersebut berapa IP address-nya. IP address
ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.
DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke
Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address.
Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS
memiliki keunggulan seperti, adanya:
·
Kemudahan, DNS sangat mudah digunakan
karena user tidak lagi direpotkan
untuk mengingat IP address sebuah komputer
cukup mengetahui host name (nama komputer).
·
Konsistensi, IP address sebuah komputer bisa berubah
tapi host name tidak berubah.
·
Simpel, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di
Internet maupun di Intranet.
Sejarah Domain Name System
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer
menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini
dikelola secara terpusat dan di setiap lokasi harus disalin versi terbaru dari HOSTS
files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1
komputer di jaringan, maka kita harus menyalin versi terbaru file ini ke setiap
lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan,
akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS
files, dengan kelebihan yaitu unlimited
database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan
sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di
Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan
ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di ibaratkan pada pemakaian buku
telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya
kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain
name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address.
Bagaimana cara kerja DNS?
Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (dengan memetakannya). Client DNS disebut dengan resolvers dan
DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan
memproses dengan cara menlacaknya ke local
database DNS, menghubungi name server
lainnya atau akan mengirimkan message
failure jika ternyata permintaan dari client
tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara
memetakan nama komputer (host) ke IP
address.
Kesimpulannya
Domain Name System (DNS) adalah hasil pengembangan dari metode pencarian host name terhadap IP address di Internet. Domain name sendiri
merupakan nama yang menggantikan IP address
yang dapat diakses untuk menuju pada website
atau situs tertentu. Ketika pengguna Internet ingin mengakses sebuah website maka data-data yang ada haruslah
tersimpan pada hosting agar website tersebut dapat diakses.
Referensi:
Anonym. 2013.
Apa itu Pengertian Domain, Hosting dan
Website? (online), (http://blog.pusathosting.com,
diakses pada 6 Maret 2014)
Anonym.
2008. Apa yang dimaksud dengan Hosting? (online),
(http://www.idebagus.com,
diakses pada 6 Maret 2014)
Sijagur.
2010. Pengertian DNS (Domain Name System),
(online), (http://teknis.balinter.net,
diakses pada 6 Maret 2014)
Link:
Dosen: Nanang Suryadi
Kelas: E-Commerce BB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar